Skip to content

Pola Pembalikan Trend (Reversal) Bearish

Desember 17, 2010

UPSIDE GAP TWO CROWS


THREE OUTSIDE DOWN


Three Inside Down


THREE BLACK CROWS


EVENING DOJI STAR


EVENING STAR


ABANDONED BABY


DARK CLOUD

Klick disini Untuk Halaman candlestick

Pola Bearish dengan kehandalan rendah

Desember 17, 2010
  • BEARISH BELT HOLT

  • BEARISH HARAMI

  • HANGING MAN

  • SHOOTING STAR

Klick disini untuk Info lebih Lengkap Tentang Candlestick

Kaidah dan peraturan terbentuknya Candlestick

Desember 17, 2010

Setelah mengetahui berbagai macam pola-pola candlestick yang ada, maka dalam mengintepretasikan penggunaan pola-pola candlestick tersebut, anda harus mengikuti kaidah-kaidah dan peraturan penting dari pola terbentuknya candlestick itu sendiri, sehingga menjadi dasar acuan pertimbangan untuk bertransaksi di pasar bursa efek.

Terdapat 3 kaidah yang penting untuk mengidentifikasikan pola-pola candlestick

1. Ukuran

Ukuran besarnya sebuah Candlestick mencerminkan sebuah kegiatan akumulasi ataupun distribusi dari volume sebuah transaksi yang sedang terjadi terhadap nilai dari pasar.

Jika terjadi pertambahan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi pembelian dan akumulasi dari suatu nilai pasar.

Namun sebaliknya, jika terjadi pengurangan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi penjualan dan distribusi dari suatu nilai pasar.

2. Bentuk dan Pola

Bentuk dari sebuah pola candlestick mencerminkan perilaku transaksi yang sedang terjadi di pasar. Bisa jadi merupakan proses pembentukan arah pasar, ataupun memberikan sebuah sinyal butat kita untuk bertransaksi jual ataupun beli di pasar.

3. Posisi

Posisi dari pola candlestick akan menunjukkan panduan bagi kita untuk menentukan kemungkinan untuk bertransaksi.

Misalnya anda dapat menemukan pola hammer berada pada sebuah dasar dari sebuah pola kecenderungan turun, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola pembalikan trend/reversal, ataupun dapat ditemukan juga di atas sebuah pola kecenderungan / trend naik yang disebut juga dengan pola hanging man.

Dengan mengetahui kaidah-kaidah terbentuknya candlestick seperti di atas, dapat membantu anda untuk memaksimalkan keuntungan/profit dari transaksi anda di suatu pasar bursa.

.
Setelah mengetahui berbagai macam pola-pola candlestick yang ada, maka dalam mengintepretasikan penggunaan pola-pola candlestick tersebut, anda harus mengikuti kaidah-kaidah dan peraturan penting dari pola terbentuknya candlestick itu sendiri, sehingga menjadi dasar acuan pertimbangan untuk bertransaksi di pasar bursa efek. 

Terdapat 3 kaidah yang penting untuk mengidentifikasikan pola-pola candlestick

1. Ukuran

Ukuran besarnya sebuah Candlestick mencerminkan sebuah kegiatan akumulasi ataupun distribusi dari volume sebuah transaksi yang sedang terjadi terhadap nilai dari pasar.

Jika terjadi pertambahan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi pembelian dan akumulasi dari suatu nilai pasar.

Namun sebaliknya, jika terjadi pengurangan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi penjualan dan distribusi dari suatu nilai pasar.

2. Bentuk dan Pola

Bentuk dari sebuah pola candlestick mencerminkan perilaku transaksi yang sedang terjadi di pasar. Bisa jadi merupakan proses pembentukan arah pasar, ataupun memberikan sebuah sinyal butat kita untuk bertransaksi jual ataupun beli di pasar.

3. Posisi

Posisi dari pola candlestick akan menunjukkan panduan bagi kita untuk menentukan kemungkinan untuk bertransaksi.

Misalnya anda dapat menemukan pola hammer berada pada sebuah dasar dari sebuah pola kecenderungan turun, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola pembalikan trend/reversal, ataupun dapat ditemukan juga di atas sebuah pola kecenderungan / trend naik yang disebut juga dengan pola hanging man.

Dengan mengetahui kaidah-kaidah terbentuknya candlestick seperti di atas, dapat membantu anda untuk memaksimalkan keuntungan/profit dari transaksi anda di suatu pasar bursa.

Klick disini untuk Info lebih Lengkap Tentang Candlestick

Sejarah Candlestick

Desember 17, 2010

Adalah Munehisa Homma, seorang pengusaha beras di Jepang pada tahun 1700-an yang paling terkenal dalam memprediksikan pergerakan harga-harga beras pada masanya dan masa yang belum terjadi dengan menggunakan harga-harga yang sudah lalu. Sebelu, kita membahas lebih lanjut tentang Munehisa Homma, mari kita kembali ke akhir tahun 1500-an hingga pertengahan 1700-an. Pada masa ini Jepang yang berjumlah 60 propinsi dan bersatu menjadi negara dengan jalur perniagaan yang pesat. Sebelumnya, saat tahun 1500 sampai 1600, Jepang meruapkan negara yang dipenuhi peperangan antara “daimyo” (yang berarti “Tuan Feodal”) yang satu dengan “daimyo” yang lain untuk saling memperebutkan wilayah yang berdekatan. Jaman yang tidak teratur ini disebut sebagai “Jaman Peperangan Negara” atau dikenal dengan “Sengoku Jidai”. Kemudian hari, pada awal tahun 1600-an, muncul 3 orang Jenderal yang luar biasa yang bernama Nobunaga Oda, Kideyoshi Toyotomi, dan Ieyasu Tokugawa yang berhasil menyatukan Jepang selama 40 tahun kedepan. Prestasi dan usaha yang mereka dapatkan tetap diperingati dalam sejarah dan adat istiadat orang Jepang. Beberapa orang Jepang mengatakan : “Nobunaga menumbuk padi, Hideyoshi mengaduk adonan, dan Tokugawa yang memakan kuenya”. Dengan kata lain, ketiga jenderal inilah yang plaing berperand alam menyatukan Jepang. Tetapi Tokugawa, orang terakhir dari jenderal hebat ini kemudian menjadi seorang Shogun. Keluarga Shogun Tokugawa kemudian memerintah negara Jepang dari tahun 1615 sampai 1867. Era ini dikenal dengan “Tokugawa Shogunate”. Dalam masa kepemimpinannya, strategi kemiliteran yang diterapkannya yang membuat Jepang selama berabad-abad telah menjadi bagian awal dalam terminologi candlestick. Kemampuan dalam strategi, psikologi, kompetisi, strategi untuk membalikkan keadaan dan keberuntungan menjadi kebutuhan dalam memenangkan peperangan. Jadi tidaklah mengherankan dalam candlestick terdapat istilah “Advancing Three Soldiers Pattern”, “Counter Attack Lines”, dan sebagainya. Stabilitas relatif dalam sistem feodal pusat Jepang, yang dipimpin oleh Tokugawa menawarkan kesempatan baru. Perekonomian agraris berkembang pesat dan yang terpenting menjadi pengembangan dan kemudahan dalam perdagangan domestik. Pada abad ke-17, perdagangan nasional lambat laun menggantikan sistem perdagangan pasar lokal yang terisolasi. Konsep perdagangan yang terpusat merupakan cikal bakal dari analisa teknikal di Jepang. Sebelum tahun 1710, rakyat Jepang melakukan transaksi perdagangan beras dengan cara menukarkan beras dengan beras asli lainnya. Transaksi yang terjadi adalah mereka menawar, meningkatkan penukaran beras dan menentukan harga pasar. Setelah mengalami perkembangan jaman dan pergeseran cara bertransaksi hingga tahun 1710, perdagangan beras ini kemudian mulai menggunakan tanda terima yang dikenal dengan kupon beras. Tanda terima beras inilah yang menjadi kontrak pertama antar pedagang yang pertama. Perdagangan beras saat itu menjadi dasar dari kemakmuran kota Osaka, yang mana terdapat lebih dari 1.300 distributor beras. Pada saat itu, selain tidka mempunyai nilai mata yang yang standar (saat itu masa peralihan dari mata uang koin menjadi alat tukar lainnya gagal) beras menjadi penukaran defakto menengah. Jika seorang daimyo yang sedang membutuhkan uang, i9a akan mengirim kelebihan berasnya ke Osaka dan kemudian akan disimpan dalam gudang dengan label namanya, dan kemudian ia akan menerima kupon sebagai tanda terimanya. Ia pun dapat menjual kuponnya setiap saat. Berhubung karena masalah pajak yang dirasakan oleh para daimyo, mereka pun sering menjual kupon berasnya untuk menghindari pajak pengiriman beras berikutnya dari pemerintah (pajak sebesar 40% – 60% yang harus ditanggung oleh daimyo sesuai dengan panen dan dibayar dalam bentuk beras). Dengan adanya sistem kupon ini, merupakan solusi yang sangat efektif dijalankan dalam perdagangan. Kupon beras yang dijual untuk menghindari pajak pengiriman berikutnya inilah yang menjadi “world’s first future contracts”. Kupon beras biasa disebut sebagai kupon “beras kosong” (dimana beras tidak dimiliki dalam bentuk fisik sesungguhnya). Dari latar belakang inilah, kemudian muncul seorang yang bernama Munehisa Homma (1724 – 1803). Homma merupakan seorang anak terbungsu dari seorang saudagar kaya di Jepang. Ia kemudian ditunjuk untuk meneruskan bisnis keluarganya pada tahun 1750. Homma memulai kegiatan berdagang berasnya di perdagangan lokal dekat kota pelabuhan yang bernama Sakata, yang merupakan area pusat untuk mengumpulkan dan mendistribusikan beras. Dalam istilah candlestick terdapat kata “Sakata’s Rules”, sebutan ini ditujukan kepada Homma atas kepiawaiannya dalam memahami pergerakan pasar. Dari hal tersebut, kemudian Homma juga dikenal sebagai “God of the market”. Dengan modal pengetahuannya inilah Homma terjun ke dalam transaksi perdagangan beras terbesar di Osaka yaitu di Dojima dan memulai transaksi perdagangan berasnya hingga dia menjadi populer di masa depan. Kekuasan Homma sangat mempengaruhi harga pasaran beras, ia mengumpulkan laporan cuaca tahunan dan menganalisa transaksi perdagangan beras di Yodoya (perdagangan beras Dojima di Osaka) demi mempelajari psikologi para investor. Bahkan ia juga menempatkan para pekerjanya di atas dengan bendera untuk mengirim signal perdagangan dari Osaka hingga Sakata. Dengan ketekunan dan keteladanan Homma, ia berhasil mendominasi perdagangan di Osaka. Setelah itu, Homma mulai mengembangkan sayapnya dengan berdagang di pasar regional Edo (yang sekarang dikenal dengan Tokyo). Keberuntungannya sangat berlipat ganda, bahkan konon banyak sekali yang mengatakan keuntungan yang didapat oleh Homma pernah mencapai 100 kali berturut-turut. Nama besar dan kehormatan Homma oleh orang-orang di Edo dituangkan dalam lagu : “Jika di Sakata bersinar (kota Homma), maka berawan di Dojima (perdagangan beras Dojima di Osaka) dan hujan di Kurumae (perdagangan Kuremae di Edo).” Dengan kata lain jika terdapat panen beras yang bagus di Sakata, harga beras turun di perdangan beras Dojima dan jatuh di Edo. Lagu ini menceritakan betapa besarnya pengaruh kekuasaan Homma dan strateginya di pasar perdagangan beras. Untuk kedepannya Homma kemudian menjadi konsultan bagi pemerintah dan diberi gelar samurai. Ia meninggal pada tahun 1803. Sebelumnya, Homma sempat menulis sebuah buku yang diperkirakan ditulis pada tahun 1700-an oleh Homma (Sakata Senho dan Soba Sano No Den). Buku ini menceritakan tentang prinsipnya berdagang, seperti yang digunakan dalam pasaran beras. Buku ini sangat mempengaruhi metodologi candlestick di Jepang dan hingga sekarang telah menjadi metode paling populer dalam transaksi bursa saham melalui pendekatan analisa teknikal. Adalah Munehisa Homma, seorang pengusaha beras di Jepang pada tahun 1700-an yang paling terkenal dalam memprediksikan pergerakan harga-harga beras pada masanya dan masa yang belum terjadi dengan menggunakan harga-harga yang sudah lalu. Sebelu, kita membahas lebih lanjut tentang Munehisa Homma, mari kita kembali ke akhir tahun 1500-an hingga pertengahan 1700-an. Pada masa ini Jepang yang berjumlah 60 propinsi dan bersatu menjadi negara dengan jalur perniagaan yang pesat. Sebelumnya, saat tahun 1500 sampai 1600, Jepang meruapkan negara yang dipenuhi peperangan antara “daimyo” (yang berarti “Tuan Feodal”) yang satu dengan “daimyo” yang lain untuk saling memperebutkan wilayah yang berdekatan. Jaman yang tidak teratur ini disebut sebagai “Jaman Peperangan Negara” atau dikenal dengan “Sengoku Jidai”. Kemudian hari, pada awal tahun 1600-an, muncul 3 orang Jenderal yang luar biasa yang bernama Nobunaga Oda, Kideyoshi Toyotomi, dan Ieyasu Tokugawa yang berhasil menyatukan Jepang selama 40 tahun kedepan. Prestasi dan usaha yang mereka dapatkan tetap diperingati dalam sejarah dan adat istiadat orang Jepang. Beberapa orang Jepang mengatakan : “Nobunaga menumbuk padi, Hideyoshi mengaduk adonan, dan Tokugawa yang memakan kuenya”. Dengan kata lain, ketiga jenderal inilah yang plaing berperand alam menyatukan Jepang. Tetapi Tokugawa, orang terakhir dari jenderal hebat ini kemudian menjadi seorang Shogun. Keluarga Shogun Tokugawa kemudian memerintah negara Jepang dari tahun 1615 sampai 1867. Era ini dikenal dengan “Tokugawa Shogunate”. Dalam masa kepemimpinannya, strategi kemiliteran yang diterapkannya yang membuat Jepang selama berabad-abad telah menjadi bagian awal dalam terminologi candlestick. Kemampuan dalam strategi, psikologi, kompetisi, strategi untuk membalikkan keadaan dan keberuntungan menjadi kebutuhan dalam memenangkan peperangan. Jadi tidaklah mengherankan dalam candlestick terdapat istilah “Advancing Three Soldiers Pattern”, “Counter Attack Lines”, dan sebagainya. Stabilitas relatif dalam sistem feodal pusat Jepang, yang dipimpin oleh Tokugawa menawarkan kesempatan baru. Perekonomian agraris berkembang pesat dan yang terpenting menjadi pengembangan dan kemudahan dalam perdagangan domestik. Pada abad ke-17, perdagangan nasional lambat laun menggantikan sistem perdagangan pasar lokal yang terisolasi. Konsep perdagangan yang terpusat merupakan cikal bakal dari analisa teknikal di Jepang. Sebelum tahun 1710, rakyat Jepang melakukan transaksi perdagangan beras dengan cara menukarkan beras dengan beras asli lainnya. Transaksi yang terjadi adalah mereka menawar, meningkatkan penukaran beras dan menentukan harga pasar. Setelah mengalami perkembangan jaman dan pergeseran cara bertransaksi hingga tahun 1710, perdagangan beras ini kemudian mulai menggunakan tanda terima yang dikenal dengan kupon beras. Tanda terima beras inilah yang menjadi kontrak pertama antar pedagang yang pertama. Perdagangan beras saat itu menjadi dasar dari kemakmuran kota Osaka, yang mana terdapat lebih dari 1.300 distributor beras. Pada saat itu, selain tidka mempunyai nilai mata yang yang standar (saat itu masa peralihan dari mata uang koin menjadi alat tukar lainnya gagal) beras menjadi penukaran defakto menengah. Jika seorang daimyo yang sedang membutuhkan uang, i9a akan mengirim kelebihan berasnya ke Osaka dan kemudian akan disimpan dalam gudang dengan label namanya, dan kemudian ia akan menerima kupon sebagai tanda terimanya. Ia pun dapat menjual kuponnya setiap saat. Berhubung karena masalah pajak yang dirasakan oleh para daimyo, mereka pun sering menjual kupon berasnya untuk menghindari pajak pengiriman beras berikutnya dari pemerintah (pajak sebesar 40% – 60% yang harus ditanggung oleh daimyo sesuai dengan panen dan dibayar dalam bentuk beras). Dengan adanya sistem kupon ini, merupakan solusi yang sangat efektif dijalankan dalam perdagangan. Kupon beras yang dijual untuk menghindari pajak pengiriman berikutnya inilah yang menjadi “world’s first future contracts”. Kupon beras biasa disebut sebagai kupon “beras kosong” (dimana beras tidak dimiliki dalam bentuk fisik sesungguhnya). Dari latar belakang inilah, kemudian muncul seorang yang bernama Munehisa Homma (1724 – 1803). Homma merupakan seorang anak terbungsu dari seorang saudagar kaya di Jepang. Ia kemudian ditunjuk untuk meneruskan bisnis keluarganya pada tahun 1750. Homma memulai kegiatan berdagang berasnya di perdagangan lokal dekat kota pelabuhan yang bernama Sakata, yang merupakan area pusat untuk mengumpulkan dan mendistribusikan beras. Dalam istilah candlestick terdapat kata “Sakata’s Rules”, sebutan ini ditujukan kepada Homma atas kepiawaiannya dalam memahami pergerakan pasar. Dari hal tersebut, kemudian Homma juga dikenal sebagai “God of the market”. Dengan modal pengetahuannya inilah Homma terjun ke dalam transaksi perdagangan beras terbesar di Osaka yaitu di Dojima dan memulai transaksi perdagangan berasnya hingga dia menjadi populer di masa depan. Kekuasan Homma sangat mempengaruhi harga pasaran beras, ia mengumpulkan laporan cuaca tahunan dan menganalisa transaksi perdagangan beras di Yodoya (perdagangan beras Dojima di Osaka) demi mempelajari psikologi para investor. Bahkan ia juga menempatkan para pekerjanya di atas dengan bendera untuk mengirim signal perdagangan dari Osaka hingga Sakata. Dengan ketekunan dan keteladanan Homma, ia berhasil mendominasi perdagangan di Osaka. Setelah itu, Homma mulai mengembangkan sayapnya dengan berdagang di pasar regional Edo (yang sekarang dikenal dengan Tokyo). Keberuntungannya sangat berlipat ganda, bahkan konon banyak sekali yang mengatakan keuntungan yang didapat oleh Homma pernah mencapai 100 kali berturut-turut. Nama besar dan kehormatan Homma oleh orang-orang di Edo dituangkan dalam lagu : “Jika di Sakata bersinar (kota Homma), maka berawan di Dojima (perdagangan beras Dojima di Osaka) dan hujan di Kurumae (perdagangan Kuremae di Edo).” Dengan kata lain jika terdapat panen beras yang bagus di Sakata, harga beras turun di perdangan beras Dojima dan jatuh di Edo. Lagu ini menceritakan betapa besarnya pengaruh kekuasaan Homma dan strateginya di pasar perdagangan beras. Untuk kedepannya Homma kemudian menjadi konsultan bagi pemerintah dan diberi gelar samurai. Ia meninggal pada tahun 1803. Sebelumnya, Homma sempat menulis sebuah buku yang diperkirakan ditulis pada tahun 1700-an oleh Homma (Sakata Senho dan Soba Sano No Den). Buku ini menceritakan tentang prinsipnya berdagang, seperti yang digunakan dalam pasaran beras. Buku ini sangat mempengaruhi metodologi candlestick di Jepang dan hingga sekarang telah menjadi metode paling populer dalam transaksi bursa saham melalui pendekatan analisa teknikal.

Klick disini untuk Info lebih Lengkap Tentang Candlestick

Forex Tips

Desember 2, 2010

Forex Trading Tips dan Trik

Kami Menulis beberapa tips yang baik untuk perdagangan Valuta Asing atau Forex Market. Aturan-aturan ini dengan benar akan membimbing Anda lebih baik di pasar Forex atau Mata Uang:

1. Kesabaran adalah kunci dan disiplin adalah aturan yang.

Jika Anda berada di perdagangan dan harga mata uang pasangan akan Anda terhadap posisi, jangan masuk ke takut atau panik Hal yang biasa dalam perdagangan dan sangat sering sementara situasi, akan benar dengan sendirinya nanti. Jangan menutup posisi Anda sendiri. Mari berhenti dan mengambil keuntungan mencapai titik batas target mereka! Itulah sebabnya mereka digunakan.

2. Keserakahan adalah pembunuh sehingga keserakahan Jangan terlalu banyak:

Selalu mengambil keuntungan seperti yang kita sarankan pada sinyal kami, kami sarankan untuk mengambil 20 sampai 30 pips dan keluar dari perdagangan jika Anda mempertimbangkan 20 pips cukup jika Anda perdagangan standard lot menjadi 20×100 = $ 2000 pada satu pasangan.

3. Perdagangan Jarang sebagian besar kali:

Kebanyakan pedagang perdagangan sering dan selalu ingin berada di pasar. Mereka berpikir bahwa dalam perdagangan FOREX jika mereka tidak di pasar, mereka akan kehilangan bergerak, atau yang oleh perdagangan lebih sering, mereka akan membuat uang – Tidak! Bergerak besar dalam perdagangan FOREX, dengan risiko terbaik untuk hadiah rasio datang beberapa kali dalam setahun, dan Anda harus perdagangan jarang.

4. waktu Naikkan loss ke waktu

Periksa harga jika bergerak maju dalam arah sinyal bergerak maju loss Anda juga dan Jika Anda memutuskan untuk perdagangan pada sinyal kami Anda seringkali dapat mencapai hasil yang lebih baik jika Anda mencoba untuk menertibkan stop loss Anda dengan harga entry level bila Anda berada Facebook ± 25-30 pips dalam perdagangan. Dengan begitu, Anda akan menjadi pemenang.

5. Risiko dan manajemen Uang

adalah pedoman umum dalam trading forex yang selalu mencoba untuk menjaga modal Anda.. Jadi, diberi kesempatan, meningkatkan perlindungan menghentikan Anda untuk titik impas Anda sesegera mungkin. Harus menghitung risiko dalam perdagangan Forex dan Penarikan juga merupakan bagian dari perdagangan sehingga menikmatinya, melainkan pasar volatile yang membuat perdagangan FOREX menyenangkan dan sangat menguntungkan.

6. Manajemen Posisi:

Jika Anda dapat mengatur membuka posisi Anda, Anda mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik rata-rata dari apa yang kita posting sebagai hasil real trading. Jangan biarkan usaha memenangkan Anda berubah menjadi kehilangan take. Kami perdagangan diposting hanya mempertimbangkan harga entri (bid dan ask tergantung pada arah bahwa pasar akan mengambil) dan beberapa harga jam keluar kemudian (tentu saja kita menganggap bahwa berhenti atau batas masih tidak memukul pada siang hari). Sangat sering Anda dapat meningkatkan profit Anda (atau mengurangi kerugian) jika anda terus memantau posisi trading Anda secara berkala selama waktu perdagangan.

7. Jauhkan leverage anda sesuai dengan ukuran 000 account Anda.

Perdagangan Untuk rekening 000 tidak, risiko lebih dari 7% dari Anda di rekening setiap saat (yaitu Anda dapat perdagangan hanya 4 sampai 8 mini-lot per mata uang) rekomendasi. – Untuk rekening 000-000, risiko tidak pernah lebih dari 6% atau 1 lot standar per rekomendasi. Untuk rekening 000-000, tidak pernah risiko lebih dari 5% atau 2 lot standar per rekomendasi. Dan untuk rekening 000 dan atas, tidak pernah risiko lebih dari 4% atau 3 lot standar per rekomendasi.

8. Jangan Diversifikasi dalam pasar Forex:

Diversifikasi adalah kebijaksanaan diterima, diyakini oleh kebanyakan investor dalam trading Forex, tetapi tidak akan membuat Anda cepat uang, – ini akan melakukan hal yang sebaliknya. Jika Anda ingin menjadi pemenang don t diversifikasi.

5 Perkara Penyebab Kehancuran

November 25, 2010

Ba’da Shubuh, 17-3-2010, ketika saya tengah mereview buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dalam rangka merevisi skripsi, saya tersentak menemukan hadits ini. Empat belas abad silam, Rasulullah telah memprediksikan sebab-sebab kehancuran dan kerusakan umat Islam. Maka, saya menamai tulisan ini dengan “5 Perkara Penyebab Kehancuran”.

Dari Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Hai golongan Muhajirin, ada lima perkara yang jika kamu ditimpa atau ia terjadi di lingkunganmu, aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak sempat menemuinya.

Pertama, apabila di suatu kaum merebak perbuatan zina hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, mereka akan diserang penyakit-penyakit yang belum pernah dialami oleh nenek moyang mereka.

Kedua, apabila mereka mengurangi timbangan dan takaran, mereka akan dihukum dengan kemiskinan dan kelaliman dari pihak penguasa.

Ketiga, apabila mereka enggan membayar zakat, mereka akan terhalang memperoleh hujan dari langit. Sekiranya tidak ada hewan ternak, niscaya mereka tidak akan pernah dituruni hujan. Keempat, mereka tidak melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya. Jika mereka melanggar, mereka akan dijajah musuh dari bangsa lain yang akan merampas sebagian kekayaan mereka.

Kelima, selama para pemimpin mereka tidak menjalankan hukum-hukum yang terdapat dalam Kitabullah, masing-masing mereka akan saling bersengketa di antara mereka sendiri.”

Maka Kawan, manakah dari kelima perkara di atas yang belum kita saksikan? Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang memperhatikan.

Wallahu a’lam bis showab..

Memberi mendatangkan kebahagiaan

November 25, 2010

(Diambil dari dinding tetangga: Kisah2 Inspiratif) Alkisah,

Ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark, yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya.

Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus. Tiba2 Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata: “Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20
dollar dan mengedipkan sebelah matanya.

Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi
sangat berarti bagi keluarganya. Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan kepada Bapak 8 anak tadi. Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak dapat menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat.

Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi.The Power of Giving. Lebih tepatnya lagi “Giving and Receiving”. Karena memberi dan menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dari cerita diatas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas memberi. Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan yang diperoleh si pemberi. Bapak 8 anak yang “diselamatkan” oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu akan merasa sangat bahagia. Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan kebahagiaan yang sangat luar-biasa.

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan.. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima.
Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan oksigen.

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir.
Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah :
Apakah yang harus saya berikan?
Jawabannya sama dengan pertanyaan :
Apa yang Anda ingin dapatkan?
Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang.
Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan.
Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang.
Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi :) ”>

Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg bisa Anda terapkan.
InsyaAllah jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving Anda:

1. Hadiah.
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu,
namun sering kita lupakan. Perhatikan saja, orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah
teman atau saudara selalu membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar membawa sebungkus coklat, bunga atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda kosong, berikan doa ketika Anda bertemu dengan seseorang.

2. Bersyukur.
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah, Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini ada yang memberikan handphone atau iPod baru kepada Anda.Jelas Anda harus syukuri apa yang Anda terima.

3. Cinta.
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan setiap saat : Cinta.
Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah
kata kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktekkan. Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktekkan. Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/ istri Anda?

4. Tawa.
Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti anak Anda lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda.

5. Pengetahuan.
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang. Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan.
Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha Kuasa.